Kerugian Terbesar Para Pemilik Gigi Gingsul Dilihat Dari Segi Medis

Apakah meratakan gigi gingsul adalah langkah yang sudah benar? Lalu apakah gigi gingsul berdampak pada kesehatan? Sebagian besar pasti sepakat jika gigi gingsul mampu memberikan aura yang berbeda bagi para pemiliknya. Terlebih lagi untuk wanita.

Perlu diakui jika memiliki gigi gingsul merupakan salah satu anugrah terindah dari Tuhan Yang Maha Esa. Terlebih lagi di kalangan wanita. Banyak yang menilai jika hal ini justru mejadi daya tarik tersendiri. Bahkan gigi gingsul bisa menambah kecantikan dan pesona dari wanita tersebut. 

Gingsul pada gigi ini sebenarnya merupakan gigi taring yang telat tumbuh. Rentan waktu gigi taring untuk tumbuh adalah sekitar 10 bulan dari jarak mulai lepasnya gigi taring dari gigi susu sampai gigi taring permanen.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gigi taring terlambat tumbuh. Salah satunya adalah disebabkan oleh frase pergantian yang cukup lama. Kondisi ini membuat jatah tempat untuk gigi taring baru ditempati oleh gigi-gigi jenis lain yang ada di sekitarnya.

Sehingga yang terjadi kemudian adalah pada saat gigi taring mulai muncul ke permukaan, tempat yang seharusnya ditempati oleh gigi taring sudah habis. Dikarenakan gigi taring ini harus tumbuh ke permukaan maka jadilah gigi taring ini menjadi gigi gingsul.

Apakah Gigi Gingsul Berdampak pada Kesehatan?

Meskipun tidak bisa dipungkiri jika gigi gingsul ini mampu memberikan aura berbeda kepada para pemiliknya. Tetapi sayangnya jika dipandang dari sudut pandang kesehatan, gigi gingsul memiliki dampak negatif yang cukup serius. Artinya meratakan gigi gingsul adalah salah satu pilihan terbaik yang harus segera Anda lakukan.

Memangnya apa dampak negatif dari gigi gingsul ini? Dampak paling serius dari gingsul pada gigi adalah terjadinya impaksi. Impaksi sendiri bisa dipahami sebagai keadaan gigi yang tidak mampu tumbuh dan berkembang secara baik. Sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sakit yang luar biasa.

Namun selain impaksi, rata-rata Anda akan cukup kesulitan pada saat ingin membersihkan gigi tersebut. Hal ini disebabkan gingsul lebih sering berada di posisi menyumpil dan menutup gigi yang sudah lebih dahulu muncul.

Bahayanya, dikarenakan gigi sulit dibersihkan maka secaa otomatis sisa-sisa makanan akan menumpuk. Dan Jika kotoran tersebut menumpuk terlalu lama, terjadilah bolong atau timbul kikisan pada gigi. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan penumpukan plak gigi dan karang gigi.

Penumpukan plak gigi dan karang gigi bisa berujung pada munculnya penyakit gingivitas atau peradangan gusi. Penyakit ini umumnya ditandai dengan gejala seperti gusi yang berdarah. Lebih jauh lagi, gigi gingsul juga bisa mengalami pengikisan akar yang tidak terlihat dari luar.

Gigi Gingsul Dipertahankan atau Dibuang

Pada dasarnya mempertahankan atau mencabut gigi gingsul adalah kembali ke diri Anda sendiri. Pasalnya di luaran sana juga terdapat cukup banyak pemiliki gigi gingsul yang justru mampu membuat mereka tampil lebih mempesona.

Namun jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, gigi gingsul lebih baik dicabut saja. Dan salah satu penanganan yang bisa Anda pilih adalah dengan memakai behel atau kawat gigi. Prosedur pemasangan kawat gigi ini bertujuan untuk memperbaiki atau merapikan posisi gigi.

Dan yang perlu dipahami juga adalah penggunaan behel seperti ini bisa dilakukan dengan atau tanpa mencabut gigi gingsul terlebih dahulu. Artinya meratakan gigi gingsul sebenarnya bisa dilakukan dengan tanpa harus mencabutnya.