Cegah risiko bayi stuntingStunting sebagai masalah tumbuh berkembang anak yang karena kekurangan konsumsi nutrisi, diserang infeksi, atau stimulan yang tidak mencukupi. Minimal, tiap satu dari 3 anak beresiko alami masalah itu.

Karena efeknya itu, masalah stunting masih menjadi satu di antara konsentrasi program pemerintahan untuk tekan angka stunting di Indonesia. Tetapi demikian, sebaiknya orangtua secara berdikari menahan risiko stunting pada bayi dalam kandungannya.

Berikut vistadreams.org rangkum 5 cara cegah risiko bayi stunting untuk Anda.

cegah risiko stunting

1. Penuhi keperluan nutrisi semenjak periode kandungan

Perlakuan yang relatif baik dilaksanakan untuk menahan stunting pada anak ialah selalu penuhi nutrisi semenjak periode kehamilan. Instansi kesehatan Millenium Challenge Akun Indonesia merekomendasikan supaya ibu yang memiliki kandungan selalu konsumsi makanan sehat yang bergizi atau suplemen atas saran dokter. Disamping itu, wanita yang jalani proses kehamilan seharusnya teratur periksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

2. Berikan ASI terbatas

Ahli gizi dari Kampus Hohenheim, Jerman, Veronika Scherbaum mengutarakan, ASI sebagai salah satunya langkah untuk tekan resiko kesempatan stunting pada anak. Veronika mengatakan, supaya ibu memberinya ASI ke si buah kesayangan sepanjang 6 bulan. Protein whey dan kolostrum yang ada pada ASI sanggup tingkatkan mekanisme ketahanan tubuh bayi yang termasuk rawan.

3. Dampingi ASI dengan MPASI pada umur 6 bulan ke atas

Saat bayi mencapai umur enam bulan ke atas, karena itu ibu bisa memberinya makanan pengiring atau MPASI. Dalam masalah ini yakinkan beberapa makanan yang diputuskan dapat penuhi nutrisi micro dan makro yang awalnya selalu datang dari ASI untuk menahan stunting. WHO juga mereferensikan fortifikasi atau tambahan gizi ke makanan. Seharusnya ibu waspada ketika akan tentukan produk tambahan itu. Tanyakan dahulu sama dokter.

4. Awasi secara teratur tumbuh kembang anak

Tidak susah mengenal anak yang alami stunting. Dari sisi fisik, mereka umumnya memiliki bentuk badan lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. Penting untuk ibu untuk selalu mengawasi tumbuh berkembang mereka, khususnya dari tinggi dan berat tubuh anak. Membawa si buah hari secara periodik ke Posyandu atau klinik khusus anak. Dengan demikian, semakin lebih gampang untuk ibu untuk ketahui tanda-tanda awalnya masalah dan pengatasannya.

5. Menjaga kebersihan lingkungan

Anak-anak benar-benar rawan terkena penyakit, terlebih bila sekitar lingkungan mereka tinggal kotor dan kurang sehat. Faktor ini yang tidak langsung tingkatkan kesempatan stunting pada anak. Study yang sudah dilakukan di Harvard Chan School mengatakan diare ialah factor ke-3 yang mengakibatkan masalah kesehatan itu. Sementara salah satunya penyebab diare tiba dari paparan kotoran yang masuk ke badan manusia.

Nah, demikianlah cara untuk cegah risiko bayi stunting yang mesti para orangtua pahami, khususnya ibu hamil.