Setiap orang perlu tahu cara melatih emotional quotient. Ini terutama sangat penting untuk bisnis dan juga karier kamu. Sebab, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tidak hanya bisa memahami emosinya sendiri, tapi juga mampu mengenali emosi orang lain dengan tepat.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Johnson & Johnson, karyawan dengan performa lebih bagus di tempat kerja adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi. Sementara, menurut Talent Smart, 90% karyawan dengan performa terbaik di tempat kerja memiliki kecerdasan emosional tinggi, sedangkan 80% karyawan dengan performa kurang, memiliki kecerdasan emosional yang juga lebih rendah seperti teknologi sekarang seperti Jagoan Tekno atau bisa juga melalui Jatekno.

Cara untuk Melatih Serta Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Nggak sedikit karyawan yang merasa tidak betah dengan manajer mereka, karena merasa bahwa manajernya tidak bisa menjalin hubungan baik dengan mereka. Biasanya, ini terjadi karena para manajer belum optimal dalam mengelola kecerdasan emosional mereka. Namun, tidak hanya seorang manajer saja. Semua orang terutama kamu sebagai karyawan maupun entrepreneur, perlu banget mengetahui cara untuk melatih kecerdasan emosional agar optimal. Berikut adalah caranya.

Mengelola Emosi Negatif

Kalau kamu bisa mengelola emosi negatif, maka kamu tidak akan mudah merasa emosional berlebihan. Memang benar, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Akan tetapi, kamu pasti bisa, kok! Coba seperti ini, misalnya ketika seseorang bikin kamu emosi, jangan langsung menyimpulkan ini itu. Namun, cobalah untuk melihat dari semua sudut pandang. Ini membuat kamu berpikir lebih objektif dan perasaanmu jadi lebih tenang.

Memperhatikan Kata-Kata yang Ingin Diucapkan

Fokuslah untuk menjadi komunikator yang baik di tempat kerja. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi menggunakan kata-kata yang lebih spesifik ketika mereka berbicara, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif. Kemudian, ketika ada permasalahan, maka hal tersebut bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih baik. Jika terjadi masalah lagi, mereka sudah tahu cara terbaik untuk mengatasinya.

Belajar Berempati

Mengerti apa yang diucapkan dan yang tidak terucap bisa membantumu memahami rekan kerja dan kolegamu dengan lebih baik. Kamu akan mengerti perasaan mereka. Berlatihlah untuk fokus terhadap orang lain dengan cara memposisikan dirimu sebagai mereka. Belajar menumbuhkan empati bukan berarti membenarkan perbuatan yang salah, tapi setidaknya kamu bisa memahami bahwa setiap orang memiliki masalah mereka sendiri.

Mengenali Pemicu Stres dalam Diri

Mengenali hal-hal yang membuat kamu stress juga merupakan salah satu cara yang optimal untuk melatih kecerdasan emosional kamu. Cobalah untuk menjauhinya perlahan-lahan. Misalnya, kalau kamu masih suka mengecek email sebelum tidur. Padahal, hal itu justru bikin kamu jadi begadang lagi dan tak bisa istirahat. Jadi, lebih baik kamu tidak perlu melakukannya lagi. Sebagai alternatifnya, kamu tidur lebih awal kemudian bangun pagi-pagi sekali keesokan harinya lalu kamu cek emailmu dan pekerjaan lainnya.

Menerima Setiap Perbedaan

Setiap orang menghadapi masalah dalam hidupnya. Hal yang penting adalah caramu merespon masalah tersebut, ini yang menentukan apakah kamu akan sukses atau justru merasa down. Kamu pun tahu pentingnya berpikir positif untuk membantu kamu menjalani kehidupan yang baik sampai nanti. Jadi daripada mengeluh, kamu bisa berlatih untuk memandang segala sesuatu dengan optimis.

Kamu bisa menerapkan cara melatih emotional quotient setiap saat sepanjang hidupmu. Kecerdasan emosional juga akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Perlu latihan untuk mengembangkannya secara optimal, tapi kamu akan bisa menikmati manfaatnya begitu kamu mulai berlatih setiap hari. Melatih kecerdasan emosional hingga menjadi optimal atau tahu cara mengendalikan emosi akan membantu kamu menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, baik di tempat kerja maupun di dalam berbagai aspek kehidupan.