Enam Pos Lintas Batas RI-Timor Leste Ditutup


SEBANYAK 6 pos lintas batas an yang menghubungkan Indonesia serta Timor Leste ditutup buat lalulintas orang semenjak Senin( 20/ 4) hingga batasan waktu yang belum didetetapkan. Penutupan perbatasan bertujuan menghindari penyebaran virus korona. Tetapi, kebijakan itu dikecualikan untuk masyarakat asing pemegang visa diplomatik serta visa dinas. Pengecualian itu pula berlaku untuk pemegang izin tinggal terbatas serta izin tinggal senantiasa, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik serta izin tinggal dinas, tenaga dorongan serta tenaga sokongan kedokteran serta pangan, awak perlengkapan angkut laut, hawa, serta darat. Dan orang asing yang hendak bekerja pada proyek- proyek strategis nasional.

Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Kabupaten Belu, Kiemas Abdul Halim yang dihubungi Kamis( 23/ 4) berkata pengecualian tersebut seusai Peraturan Menteri Hukum Serta Hak Asasi Manusia( Permenkumham) No 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sedangkan Orang Asing Masuk Daerah Negeri Republik Indonesia Dikala ini keadaan perbatasan hening, pelintas Motaain- Batugede( Timor Leste) cuma 20 masyarakat negeri Indonesia( WNI) serta satu masyarakat Timor Leste pada Rabu( 22/ 4) dari umumnya per hari 200 orang,” kata Kiemas.

Baginya, Timor Leste membuka pintu perbatasannya satu kali dalam seminggu ialah tiap Rabu, sebaliknya hari yang lain pintu perbatasan tutup. Ada pula 6 pos lintas batasan yang ditutup itu yakni Pos Lintas Batasan Negeri( PLBN) Motaain serta PLBN Motamasin di Kabupaten, serta PLBN Wini di Timor Tengah Utara. Berikutnya, Pos Lintas Batasan Napan di Kecamatan Bikomi Utara, serta Pos Lintas Batasan Haumeni Ana di Kecamatan Bikomi Nilulat, Timor Tengah Utara, dan Pos Lintas Batasan Turiskain di di Kecamatan Laktutus, Belu. Tidak hanya itu, keamanan di perbatasan kedua negeri dilaporkan kondusif.( OL- 3)