Gejala Umum Terjadinya Plasenta Previa


Sebagai ibu hamil, ada perasaan cemas atau khawatir ketika mendekati proses persalinan. Meski juga ada rasa bahagia karena kelahiran si kecil tetapi perasaan Ibu tentu campur aduk. Jauh sebelum itu, anda bisa menyiapkan diri sebaik mungkin agar dalam masa hamil hingga melahirkan tetaplah sehat dan tidak terjadi gangguan. Seperti ketika adanya kondisi yang disebut Plasenta Previa. Kondisi ini merupakan perlekatan plasenta atau yang disebut ari-ari yang ada di bagian bawah rahim. Dengan adanya Plasenta Previa maka menutup jalan lahir baik itu untuk sebagian atau secara keseluruhan. Ada gejala umum Plasenta Previa yang bisa anda waspadai.

Jika tak dideteksi secara dini maka risikonya cukup besar yakni terjadi penddarahan berulang ketika hamil. Terutama mendekati waktu persalinan. Plasenta sendiri adalah organ yang terbentuk selama masa hamil yang terhubung dengan janin melalui tali pusar. Organ ini fungsinya memberi nutrisi untuk janin. Juga bisa membuang sisa metabolisme janin dan memproduksi hormon dalam menjaga kehamilan. Dengan banyaknya fungsi ini, plasenta memiliki banyak pembuluh darah.

Gejala Umum Adanya Plasenta Previa

Beberapa gejala bisa anda deteksi untuk tahu apakah kehamilan anda mengalami Plasenta Previa atau tidak. Seperti misalnya terjadi perdarahan tetapi tidak disertai rasa nyeri. Gejala kedua adalah perdarahan yang timbul bissa sering terjadi. Ketiga, darah yang dikeluarkan berwarna merah segar. Dari terjadinya kondisi Plasenta Previa ini, ibu hamil bisa mengalami anemia dan syok sesuai dengan jumlah perdarahan.

Ketika terjadi perdarahan rahim, biasanya memang tidak berkontraksi. Tetapi anda tetap harus waspada. Gejala umum terjadinya Plasenta Previa ini juga bisa terlihat ketika perabaan, rahim tidak tegang atau biasa. Pemeriksaaan denyut jantung janin biasanya terdengar normal. Juga dengan presentasi janin dalam rahim yang mungkin tidak normal. Gejala yang cukup kuat untuk mendeteksi terjadinya Plasenta Previa ini adalah penurunan kepala yang masih tinggi atau belum masuk pintu atas panggul.

Apabila telah dipastikan adanya Plasenta Previa pada kehamilan anda, sadari bahwa pemeriksaan dalam atau pemasangan tampon vagina tidak boleh dilakukan. Hal ini sangat berisiko bagi ibu karena bisa memperbanak perdarahan daan menimbulkan adanya infeksi. Sementara untuk penatalaksanaan terhadap plasenta previa sendiri tergantung pada beberapa hal.

Misalnya saja seperti jumlah perdarahan yang terjadi. Juga berapa umur kehamilan dan jenis plasenta previa apa yang dialami. Ibu hamil dengan kondisi seperti ini harus segera mendatangi rumah sakit dengan fasilitas transfusi darah dan operasi. Hal ini dilakukan untuk pencegahan terhadap syok hopovoleik yang bisa dilakukan dengna pemasangan ingus menggunakan jarum besar. Setelah itu, adanya pemberian cairan NaCl/RL dua hingga tiga kali dari jumlah perkiraan darah yang hilang.

Dari semua gejala yang ada, waspadai juga apabila ada perdarahan tanpa rasa nyeri di kehamilan trimester kedua atau ketiga. Gejala lain yang mungkin ditemukan adalah kontraksi dini, posisi bayi sungsang dan ukuran rahim yang lebih besar daripada usia kehamilannya. Sampai saat ini memang belum diketahui pasti apa penyebab utama dari terjadinya Plasenta Previa. Tetapi ada faktor risiko yang patut diketahui.

Seperti adanya riwayat Plasenta Previa sebelumnya. Wanita yang merokok, bayi kembar, usia Ibu yang lebih dari 35 tahun hingga mereka yang menggunakan narkotika dan obat terlarang. Diagnosis dari kondisi ini dilakukan melalui ultrasound. Baik itu selama pemeriksaan prenatal rutin ataupun setelah episode perdarahan dari miss V.

Meski tidak ada perawatan medis atau tindahkan bedah untuk menyembuhkan kondisi Plasenta Previa, tetapi anda tak perlu khawatir. Dokter akan membantu anda untuk menghadapi kehamilan dengan gejala umum Plasenta Previa. Sehingga tak perlu ragu untuk memastikan kesehatan bayi dan Ibu selama masa hamil dengan rutin berkonsultasi ke dokter.