Daun jelatang (urtica dioica) dikenal dengan sebutan jelatang. Selama ini diyakini bahwa daunnya yang memiliki tekstur tajam pada bagian sisinya dapat mengobati berbagai penyakit.

Nama ilmiahnya, Urtica dioica, berasal dari bahasa Latin uro, yang berarti “membakar”. Sebab, daun jelatang bisa membuat kulit terasa panas saat disentuh. Daunnya yang tajam juga bisa menyengat kulit sehingga menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan bengkak.

Manfaat daun jelatang untuk kesehatan

Jangan salah sangka, meski daun jelatang memiliki gambaran yang kurang menarik, namun daun jelatang ini sebenarnya aman dikonsumsi saat dimasak, dibekukan, dikeringkan, atau digunakan sebagai pelengkap.

Berikut manfaat daun jelatang untuk kesehatan yang bisa Anda dapatkan.

1. Mengatasi radang sendi (arthritis)

Salah satu khasiat daun jelatang yang terkenal adalah mengatasi rematik. Menurut Arthritis Foundation, daun jelatang dipercaya dapat mengurangi peradangan sehingga nyeri osteoartritis dapat diredakan.

Selain itu, daun jelatang mengandung beberapa bahan kimia yang bersifat anti inflamasi dan dapat meredakan nyeri. Tak heran, jika daun jelatang dipercaya bisa meredakan nyeri dan radang akibat rematik.

2. Meredakan gejala pembesaran prostat

Prostat yang membesar adalah penyakit yang dapat dirasakan oleh 50 persen pria berusia 51 tahun ke atas. Salah satu gejalanya adalah nyeri saat buang air kecil.

Menariknya, beberapa penelitian membuktikan bahwa daun jelatang bisa meredakan gejala pembesaran prostat. Sebuah penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa daun jelatang dapat mencegah konversi hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron. Ini bisa mencegah pembengkakan prostat.

Penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa ekstrak daun jelatang dapat mengobati masalah buang air kecil dalam jangka pendek dan panjang.

Namun, efektivitas daun jelatang dengan produk obat belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menggunakan daun jelatang sebagai pengobatan utama pembesaran prostat.

3. Berpotensi untuk pengobatan rinitis alergi

Rinitis alergi atau hay fever terjadi ketika lapisan hidung meradang. Daun jelatang dianggap sebagai salah satu solusi alami paling menjanjikan untuk rinitis alergi.

Studi tabung reaksi telah menunjukkan bagaimana ekstrak daun jelatang dapat menghambat peradangan yang dapat menyebabkan rinitis alergi. Dalam penelitian ini, daun jelatang menunjukkan bahwa mereka dapat mencegah pelepasan bahan kimia penyebab alergi.

Sayangnya, penelitian manusia tentang keefektifan daun jelatang dalam mengobati rinitis alergi belum membuahkan hasil yang maksimal.

4. Menurunkan tekanan darah tinggi

Daun jelatang juga digunakan sebagai obat alami untuk tekanan darah tinggi. Daun ini diduga merangsang produksi oksida nitrat, yang memungkinkan pembuluh darah rileks dan melebar.

Namun di sini pun, kemampuan daun jelatang untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada manusia belum terbukti. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan ini.

5. Berpotensi mengontrol gula darah

Tahukah Anda bahwa daun jelatang mengandung bahan yang mirip dengan obat insulin? Dalam studi selama tiga bulan, 46 partisipan diminta untuk mengonsumsi 500 miligram ekstrak daun jelatang tiga kali sehari. Akibatnya, kadar gula darah mereka turun.

Meski begitu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendemonstrasikan manfaat daun jelatang yang satu ini.

6. Mengurangi pendarahan

Penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obatan yang mengandung ekstrak daun jelatang dapat mengurangi pendarahan, terutama setelah operasi. Meski begitu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal tersebut.

7. adalah diuretik

Daun jelatang dikatakan bertindak sebagai diuretik alami, membantu tubuh membuang kelebihan garam dan air. Alhasil, tekanan darah tinggi bisa diobati untuk sementara waktu. Tapi ingat, klaim ini didasarkan pada pengujian hewan. Studi manusia masih perlu dilakukan.

Apakah Anda sedang mencari distributor alat kesehatan? Jika iya, bisa kunjungi alkesduaputry.com yang sudah trusted.