Minyak Jagung, Benarkah Lebih Bagus dari Minyak Zaitun? Cek Disini! – Minyak jagung kerap dipakai dalam menggoreng memakai tehnik deep frying. Kandungan minyak ini dikenali bagus untuk menangani cholesterol karena kaya fitosterol. Tetapi, efek minyak jagung penting diingat.

Ada beberapa tipe minyak sebagai opsi dalam mengolah makanan. Satu diantaranya, yaitu minyak jagung yang populer sebagai minyak goreng untuk pasien cholesterol. Anda kemungkinan bertanya berkaitan sehat atau tidak minyak jagung. Baca artikel ini untuk mengulasnya bersama.

 

maklon kosmetik

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare Terbaik? Cek Disini

 

– Nilai nutrisi minyak jagung

Sama sesuai namanya, minyak jagung ialah minyak olahan hasil ekstraksi dari biji jagung. Minyak ini kerap dipakai dalam mengolah makanan, khususnya dengan tehnik deep frying. Walaupun demikian, minyak ini digunakan dalam industri kosmetik, terhitung sebagai formasi dalam make-up, sabun cair, sampai shampo.

Proses pembikinan dari biji jagung jadi minyak termasuk kompleks. Sepanjang proses pemrosesan ini, banyak mineral dan vitamin dari biji jagung yang lenyap. Meskipun begitu, minyak ini masih memiliki kandungan vitamin E.

Nilai nutrisi dari 1 sendok makan minyak jagung itu, yakni:

Kandungan lemak dalam minyak jagung terdiri dari asam lemak omega-6 berbentuk asam linoleat dan omega-3. Namun, jatah di antara asam lemak omega-6 dibandingkan omega-3 itu tidak imbang, yaitu 46:1.

– Berdasar sebagian study, faedah dan manfaat minyak jagung ialah:

  1. Kaya dengan fitosterol

Salah satunya minyak goreng untuk cholesterol tinggi ialah minyak jagung karena kaya kandungan fitosterol. Fitosterol ialah senyawa alami tumbuhan yang susunan kimianya serupa dengan cholesterol pada hewan. Senyawa ini juga mempunyai karakter antiradang. Konsumsi makanan yang memiliki kandungan antiradang dihubungkan dengan pengurangan resiko penyakit jantung, diabetes type 2, dan beberapa macam kanker. Sebagai tambahan, fitosterol dijumpai bisa menghalangi badan dalam mempernyerap cholesterol. Cholesterol yang teratasi bisa turunkan resiko penyakit jantung.

  1. Mempunyai potensi untuk mempertahankan kesehatan jantung

Selainnya fitosterol, minyak jagung memiliki kandungan vitamin E dan tipe lemak yang disebutkan asam linoleat. Vitamin E sebagai molekul anti-oksidan andal, yang sanggup mengontrol radikal bebas pemicu kerusakan sel. Radikal bebas yang tidak teratasi bisa memacu penyakit akut, terhitung penyakit jantung.

Untuk asam linoleat, sebuah study yang termuat dalam jurnal Circulation mendapati jika peralihan konsumsi dari lemak jemu jadi asam linoleat dihubungkan dengan pengurangan resiko penyakit serangan jantung sampai 9%, dan pengurangan resiko kematian karena permasalahan jantung sampai 13%.

 

baca juga: Raphael Michael CEO Pabrik Maklon

 

  1. Tingkatkan energi pada tubuh

Minyak jagung memiliki kandungan minyak fundamental yang diperlukan oleh badan untuk hasilkan energi. Masalahnya lemak fundamental ini akan diletakkan dalam susunan subkutan di bawah kulit dan jadi cadangan stok energi yang nanti bisa dipakai oleh badan saat dibutuhkan.

  1. Tingkatkan kesehatan kulit

Minyak jagung memiliki kandungan asam linoleat dengan jumlah tinggi dan mempunyai struktur yang enteng. Karena itu, faedah minyak jagung untuk kecantikan bisa dibuktikan baik untuk jaga kelembapan dan mengakibatkan kulit lembut. Minyak ini banyak vitamin E yang gampang diserap kulit, hingga kulit selalu lembap dan ceria.

– Efek konsumsi minyak jagung terlalu berlebih

Minyak jagung juga mempunyai beberapa resiko kesehatan yang pantas untuk diamati. Resiko ini juga kemungkinan terlampau besar bila dibanding dengan faedah di atas.

  1. Tinggi dengan omega-6

Asam linoleat, yang terhitung ke omega-6, memang berpotensi faedah kesehatan untuk jantung. Walaupun demikian, omega-6 bisa beresiko untuk badan bila dimakan terlalu berlebih.

Mayoritas study mengatakan, jatah yang bagus di antara omega-6 dengan omega-3 ialah 4:1. Dalam pada itu, sama seperti yang dikatakan di atas, perbedaan omega-6 dengan omega-3 dalam minyak jagung ialah 46:1.

Minyak jagung untuk diet tidak dianjurkan karena kesetidakimbangan omega-6 dengan omega-3nya bisa memacu permasalahan, seperti kegemukan atau kegemukan, masalah peranan otak, stres, dan penyakit jantung. Omega-6 condong memiliki sifat ‘mendukung’ infeksi, terlebih bila kandungan omega-3 yang memiliki sifat antiradang terlampau sedikit di badan.

  1. Diproses lewat banyak proses

Untuk menghasilkannya, minyak jagung harus melalui proses yang cukup sulit supaya bisa kita konsumsi. Proses ini condong membuat minyak telah teroksidasi. Maknanya, pada ukuran terkecilnya, elektron pada atom di minyak telah lepas hingga membuat tidak konstan.

Atom-atom tidak konstan pada tubuh bisa tingkatkan beragam resiko penyakit, menurut study yang termuat dalam jurnal Trends in Pharmotological Sciences tahun 2017.

– Lebih sehat mana minyak jagung dengan minyak biasa

Minyak jagung memang memiliki kandungan beberapa gizi yang sehat. Walaupun demikian, hal itu tidak jadikan minyak ini sebagai minyak sehat. Hal karena minyak jagung diproses dengan proses-proses, dan kesetidakimbangan omega-6 didalamnya.

Sebagai alternative untuk minyak yang lebih sehat, Anda dapat menimbang minyak zaitun extra virgin dan minyak kelapa dalam memproses makanan.

Minyak zaitun extra virgin condong tidak melalui proses seperti minyak jagung. Minyak ini juga dihubungkan dengan pengurangan resiko masalah klinis, seperti penyakit jantung, kanker, dan kegemukan.

Dalam pada itu, minyak kelapa lebih konstan pada temperatur tinggi serta lebih resisten pada proses oksidasi. Sedapat mungkin, karena pemikiran di atas, pemakaian minyak jagung dapat terbatasi.

 

Baca juga: ciri ciri face mist saffron asli