Untuk para Influencer, jangan mencoba untuk sesekali mangkir atau secara sengaja tidak membayar pajak penghasilan yang udah didapatkan, sebab DJP selalu  memantau sarana sosial WP (wajib pajak) bersama proses SONETA (Social Networks Analytics).

Karena kendati bukan bekerja secara formal di sebuah perusahaan, tetapi senantiasa saja sebagai Influencer yang udah masuk kategori WP (wajib pajak) kamu senantiasa miliki kewajiban untuk membayar dan lapor pajak secara self assessment.

Hati-hati proses ini juga bukan hanya memantau sarana sosial yang di miliki oleh influencer saja, tetapi bersama ada proses ini DJP juga dapat mengoptimalkan DJP enterprise search yang berfaedah untuk menganalisa WP dan entitas terikat, seperti bagian keluarga bahkan sampai bersama aset yang dimiliki dan juga kepemilikan perusahaan.

Bagaimana cara menghitung besaran pajak penghasilan seorang influencer ?

Sebenar nya ada satu cara paling mudah , khusus bagi anda yang tidak mau ribet , yaitu dengan memakai jasa konsultan pajak . Anda hanya perlu duduk manis saja .

Tapi itu tidak akan kita bahas disini ya !

 

Ketentuan Pajak untuk Influencer

Profesi Influencer masuk kedalam Wajib Pajak Orang Pribadi sama seperti profesi lainnya. WP yang berprofesi sebgai influencertersebut tergolong kedalam pekerja seni atau artis.

Dalam pengenaan pajak penghasilan bagi influencer ini juga tergolong dari dua kategori, yaitu:

  • PPh Pasal 21: Jika influencer langsung berhubungan dengan pengguna jasanya.
  • PPh Pasal 23: Jika influencer akan dipotong PPh 23 jika pengguna jasa endorse influencer tersebut melalui jasa agen. Ini disebut dengan melalui pihak ketiga.

Pada PPh 21, terdapat dua jenis proses untuk melakukan pembayaran pajak, yaitu:

  • PPh 21 dipotong, artinya pengguna jas influencer yang akan memotong PPh 21 dan menyetorkannya kepada kas negara. Dengan begitu influencer hanya tinggal melaporkan SPT Tahunan pajakanya saja.
  • PPh 21 disetor sendiri, artinya pengguna jasa influencer tersebut tidak memungut PPh 21 atas jasa yang digunakan. Dengan begitu influencer yang mendapatkan fee jasa tanpa dipotong PPh 21 harus menyetorkan sendiri PPh 21 kepada kasa negara.

Dasar Penghitungan Pajak Penghasilan untuk Influencer

Sebagai wajib pajak orang pribadi, influencer juga dikenakan pengenaan tarif PPh Pribadi bersama dengan ketentuan yang berlaku sesuai bersama dengan peraturan perundang-undangan perpajakan, juga hak memperoleh PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Jadi berapa besaran pajak yang wajib dibayar oleh Influencer?

Ketentuan nominal pajak yang wajib di bayar oleh influencer terkait berasal dari PTKPnya. Dimana besaran PTKP tiap tiap wajib pajak orang khusus dapat berubah-ubah tiap tiap tahunnya.

Perubahan PTKP ini juga terkait berasal dari kebijakan pemerintah yang udah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai peraturan dalam pelaksanaan berasal dari UU PPh.

 

Besar PTKP sesuai PMK No. 101/PMK/2016 adalah:

  • PTKP WP Orang Pribadi = Rp54.000.000 setahun
  • Tambahan PTKP untuk WP yang menikah (tanpa tanggungan) = Rp4.500.000 setahun
  • Tambahan PTKP untuk setiap keluarga sedarah atau anak yang menjadi tanggungan = Rp4.500.000 setahun
  • PTKP istri yang penghasilannya digabung dengan suami = Rp54.000.000 setahun

Berikut besar PTKP dalam tabel sesuai status pajaknya:

PTKP Pria/Wanita Lajang PTKP Priba/Wanita Kawin PTKP Suami-Istri Digabung
TK/0 = Rp54.000.000 K/0 = Rp58.500.000 K/I/0 = Rp112.500.000
TK/1 = Rp58.000.000 K/1 = Rp63.000.000 K/I/1 = Rp117.000.000
TK/2 = Rp63.000.000 K/2 = Rp67.000.000 K/I/2 = Rp121.500.000
TK/3 = Rp67.500.000 K/3 = Rp72.000.000 K/I/3 = Rp126.000.000

 

Penjelasan Tabel:

PTKP Wajib Pajak Orang Pribadi Tidak Kawin (TK)

  • TK/0 = Tidak kawin dan tanpa tanggungan
  • TK/1 = Tidak kawin dan punya 1 tanggungan

PTKP Wajib Pajak Orang Pribadi Kawin (K)

  • K/0 = Kawin dan tanpa tanggungan
  • K/1 = Kawin dan punya 1 tanggungan

PTKP Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penghasilan Istri Digabung Suami (K/I)

  • K/I/0 = Penghasilan istri digabung suami dan tanpa tanggungan
  • K/I/1 = Penghasilan istri digabung suami dan punya 1 tanggungan

Tarif Progresif untuk Menghitung PPh 21 Influencer

Tarif progresif PPh Orang Pribadi sesuai Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh 36/2008 adalah:

  • 5% untuk penghasilan kena pajak hingga Rp50.000.000 per tahun
  • 15% untuk penghasilan kena pajak Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000
  • 25% untuk penghasilan kena pajak Rp250.000.000 hingga Rp500.000.000
  • 30% untuk penghasilan kena pajak di atas Rp500.000.000

Keempat persentase tarif progresif PPh Orang Pribadi tersebut merupakan tarif bagi karyawan yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).