Tata cara menyembelih hewan kurban beserta doa-doanya

jasa aqiqah

Ibadah Idul adha atau yang biasa disebut ibadah kurban adalah kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim diseluruh dunia sejak lama. Idul adha sendiri dilakukan setiap tanggal 10 zulhijjah atau 70 hari setelah idul fitri. Kurban sendiri berasal dari cerita nabi Ibrahim AS yang mengalami mimpi yang berulang-ulang. Yang didalam mimpi tersebut nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri, yaitu Ismail.

Patut diketahui jika nabi Ibrahim AS memiliki dua orang anak. Yaitu Ismail dan Ishak. Ismail merupakan anak pertama nabi Ibrahim AS yang berasal dari Siti Hajar. Cerita ini bermula saat nabi Ibrahim AS sedang tertidur dan mengalami mimpi yang sama secara berulang-ulang yaitu menyembelih Ismail, saat terbangun ia sangat kebingungan. Apa yang dimaksud dalam cerita ini, dan mengapa harus Ismail yang disembelih. Patut kita ketahui jika Ismail adalah anak yang sangat patut kepada orang tuanya.

Tetapi karena mimpi tersebut selalu ada disetiap tidurnya, nabi Ibrahim AS langsung berbicara kepada istrinya Siti Hajar, dan Siti Hajar pun tak dapat mengelak dari perintah Allah SWT tersebut. Sehingga, Siti Hajar pun rela putranya yang dia saying untuk disembelih. Setelah mendapatkan restu dari istrinya, nabi Ismail AS langsung bertemu dengan anaknya yaitu Ismail dengan maksud menyampaikan hal yang dimaksud dalam mimpinya.

Allah SWT berfirman dalam QS As-Safaat ayat 102 yang berbunyi :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Yang berarti :

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Dengan persetjuan anakanya, nabi Ibrahim AS langsung melaksanakan perintah tersebut. Akan tetapi saat akan melakukan sembelih, pisau nabi Ibrahim AS ternyata tiddak dapat digunakan. Sehingga ia langsung berniat mengganti pisau tersebut, disaat ia kembali ketempat sembelih, ternyata Allah SWT telah menggantikan Ismail dengan dengan seekor kambing. Yang sesuai dengan QS As-Safaat ayat 107 yang berbunyi :

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Yang berarti :

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Dan sejak peristiwa tersebut lah menjadi awal mula terjadinya ibadah qurban

Dengan begitu kita sebagai umat muslim harus mengetahui tata cara menyembelih hewan qurban yang baik dan benar. Tata cara penyembelihan hewan kurban, sama dengan cara menyembelih hewan untuk aqiqah.

Maka dari itu disini kami akan menjelaskan tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan kaidah islam.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

jasa aqiqah

1. Membaca “basmallah”

Saat akan melakukan sembelih, sebaiknya kita membaca basmalah. Agar hewan yang disembelih dapat diterima oleh Allah SWT.

Yang sesuai dengan  QS Al-An’Am ayat 121 :

وَلَا تَأْكُلُوْا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَاِنَّهٗ لَفِسْقٌۗ وَاِنَّ الشَّيٰطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ اِلٰٓى اَوْلِيَاۤىِٕهِمْ لِيُجَادِلُوْكُمْ ۚوَاِنْ اَطَعْتُمُوْهُمْ اِنَّكُمْ لَمُشْرِكُوْنَ ࣖ

Yang berarti :

“Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.”

2. Membaca sholawat Nabi Muhammad SAW

Dan dilanjut dengan membaca sholawat nabi yang berbunyi :

“Allahuma Shalli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad”

Dengan menghadap kearah kiblat.

3. Tidurkan hewan kurban dengan pelan

Jatuhkan hewan kurban dengan pelan-pelan dan tidak menyakiti hewan itu sendiri. Dan usahakan arahkan kepala hewan kurban menghadap kearah kiblat.

4. Orang yang akan menyembelih

Orang yang akan menyembelih hewan kurban dianjurkan menginjakkan kaki di bagian samping hewan. Dan para ulama menganjurkan membiarkan kaki kanan hewan  bergerak.

“nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor domba yang berwarna putih yang ada hitamnya dan bertanduk, beliau menyembelih dengan menyebut nama Allah SWT dan bertakbir, dan meletakkan kakinya disamping hewan kurbam.” (HR. al-Bukhari, dan Muslim)

5. Mengumandangkan takbir

Membaca takbir sebanyak 3 kali. Dan disunnahkan membaca doa. Yang seperti berikut

“Hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan” (sebutkan nama orang yang berqurban/shohibul qurban)”. Bacaan ini berlaku jika orang yang menyembelih bukan shohibul qurban.

6. Menggunakan pisau yang tajam. Agar hewan kurban tidak merasa kesakitan karena pisau yang dipaki tumpul

7. Tidak memperlihatkan alat yang digunakan memotong hewan kurban

8. Diharuskan memutus tiga saluran di bagian leher (dibawah jakun)

9. Setelah disembelih, hewan kurban harus dipastikan telah mati sempurna. Dan baru bisa dilanjutkan dengan pemotongan bagian-bagian tubuhnya

10. Lalu, gantung hewan kurban menggunakan tali yang kuat dan kepala hewan kurban mengarah kebawah.

Diatas adalah tata cara yang harus diketahui dalam melakukan penyembelihan hewan kurban. Dengan begitu kita sebagi umat muslim mengetahui langkah-langkah yang benar dalam melakukan penyembelihan. Yang dapat dilakukan dengan mengingatkan para penyembelih agar tidak melewatkan tatacara tersebut.

Bagi Anda yang membutuhkan Jasa Aqiqah bisa mengunjungi www.aqiqahplus.com, banyak varian paket yang menarik dengan harga terjangkau. Aqiqah plus juga sudah tersedia di 20 kota di jawa tengah seperti Semarang, Salatiga, Kudus, dan lainya.