Tips Memilih Film Untuk Anak


Menonton film bisa menjadi agenda yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, terutama bagi anak-anak. Menonton film yang diputar di bioskop atau menonton film di rumah memiliki banyak manfaat lain selain sebagai media hiburan. Antara lain membuka wawasan anak tentang isi film, menambah perbendaharaan kata, membebaskan dan mendorong anak untuk berpendapat tentang isi film, dan yang terpenting mempererat solidaritas seluruh anggota keluarga.

Manfaatnya akan terasa jika film yang ditonton keluarga dan anak-anak Anda benar-benar nyata, karena sulit untuk menemukan film yang dibuat khusus untuk segala usia, terutama di Indonesia. Sebagai orang tua, memilih film yang tepat untuk ditonton seluruh keluarga adalah tugas Anda. Dengan banyaknya film yang beredar, Anda harus lebih pintar dan lebih berhati-hati dalam memilih film yang berkualitas, karena memilih film akan berdampak negatif pada buah hati Anda.

Nah, bagaimana memilih film yang tepat untuk anak Anda? Kami punya beberapa tips untuk Anda sebelum membeli tiket di bioskop atau menonton film di rumah. Ini dia …

1. Perhatikan Rating

Ini adalah hal pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memilih film untuk pertama kalinya. Pada poster atau sampul film, biasanya menuliskan peringkat dalam huruf dan kode angka. Agar Anda tidak bingung, inilah panduan rating yang harus Anda ingat agar tidak salah memilih film untuk buah hati Anda. G (Umum): Simbol rating ini menunjukkan bahwa film tersebut dapat dinikmati oleh semua usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Termasuk anak kecil. PG (Parental Guidance): Film dengan rating ini dapat dinikmati oleh semua umur, namun sebaiknya didampingi oleh orang tua saat menonton karena film tersebut mungkin mengandung adegan kekerasan, adegan seksual (biasanya ciuman bibir), dan kata-kata yang merujuk pada keduanya. .

PG – 13 (Bimbingan Orang Tua, Hanya 13+ Tahun): Hanya anak-anak di atas usia 13 tahun yang diperbolehkan menonton film, dan bimbingan orang tua diperlukan saat menonton. Film dengan peringkat ini lebih cenderung berisi adegan kekerasan dan seksual yang lebih eksplisit daripada film dengan peringkat PG (meskipun bukan seks atau ketelanjangan).

Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol dapat dimasukkan dalam film rating ini. R (Dibatasi): Film dengan peringkat ini tidak berlaku untuk anak-anak atau remaja. Kemungkinan film yang menampilkan laki-laki atau perempuan melepas pakaian (bukan adegan persetubuhan), kekerasan fisik yang eksplisit, kata-kata kasar/kotor dan provokatif, serta penggunaan obat-obatan terlarang terlihat jelas.

NC-17 or 17+ (Usia 17+ Saja): Film dengan rating ini kebanyakan berisi adegan hubungan seksual, adegan kekerasan yang menggambarkan kekejaman sadis dan kata-kata kasar dengan unsur kekerasan.

Jauhkan anak-anak dari film dengan peringkat ini. Untuk peringkat, setiap negara bagian memiliki aturannya sendiri. Contohnya di Amerika Serikat, sebuah film diberi rating G, tetapi ketika masuk ke Indonesia diberi rating PG, jadi harus hati-hati dengan rating yang diberikan. Dan perlu dicatat, tidak semua film yang lolos sensor bisa ditonton oleh anak-anak, tentunya memilih rating yang diberikan oleh lembaga sensor Indonesia.

2. Cari Tahu Review dan Sinopsis Film

Sama seperti ketika Anda akan memilih sebuah film, Anda perlu mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan film tersebut. Perlu Anda ketahui sebelum sinopsis film yang akan ditonton bersama seluruh keluarga. Sinopsis dapat ditemukan di majalah film atau website. Lihat juga bagaimana review atau tanggapan dari orang-orang yang baru pertama kali menonton film tersebut.

Jika ya, Anda bisa bertanya kepada anak Anda apakah dia ingin menonton film tersebut atau tidak. Seperti halnya orang dewasa, jika anak-anak tidak tertarik dengan sinopsis sebuah film, maka mereka akan lebih cenderung bosan saat menontonnya.

3. Tidak Semua Kartun Aman

Jika Anda mengira kartun adalah film untuk anak-anak, Anda salah besar. Memang penyedia film seperti Disney dan Pixar suka membuat film anak-anak dengan guratan kartun, karena anak-anak lebih nyaman dengan warna-warna cerah dan adegan imajinatif yang sulit dimainkan dengan aktor sungguhan. Namun Anda harus ingat, tidak semua film kartun bisa dinikmati oleh anak-anak maupun anak kecil.

Misalnya, adegan kartun hiu yang menunjukkan gigi tajam dan ingin memakan ikan yang lebih kecil, adegan ini dapat menakuti anak kecil dan membuat trauma. Bahkan tidak jarang film kartun mengandung adegan kekerasan, terutama film kartun yang bertemakan pahlawan super. Selalu menemani mereka!

Mengatur Usia Anak Anda Setelah menemukan film dengan rating yang tepat, atur juga film yang akan ditonton sesuai dengan usia dan pola pikir anak Anda. Jika anak masih kecil, tentu tidak pantas diajak menonton film bertema super hero yang memuat adegan melempar mobil atau menabrak lawan dengan kekerasan fisik. Lebih tepat jika anak kecil diberikan kartun ringan tentang sebuah mainan dan membuatnya enak untuk ditonton.

Perhatikan juga emosi dan pola pikir anak, jika anak pemalu, jika disuruh menonton film anak bertema hantu justru akan menambah trauma bahkan ketakutan terhadap hantu.

4. Pilih Film dengan Tema Edukasi

Karena lebih mudahnya anak-anak mencari tahu apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia ini, film anak-anak dengan tema pendidikan sangat direkomendasikan untuk mereka. Film dengan tema cinta tanah air, persahabatan, pantang menyerah dan lainnya bisa menjadi pilihan.

Misalnya, film-film yang disarankan dalam pasal 10 Film Anak Indonesia Terinspirasi. Bahkan bisa menyediakan film-film bertema anak berkebutuhan khusus, seperti simfoni luar biasa yang dibintangi Christian Bautista dan Ira Wibowo.

Ingin mengetahui seputar film silat mandarin terbaik? yuk bisa kunjungi pada tautan tersebut.

Anak dapat belajar menerima bahwa semua anak dengan latar belakang dapat menghasilkan pekerjaan dan menjadi teman. Anda memiliki tips untuk menonton film bersama seluruh keluarga. Sekarang, saatnya untuk menonton.