Selain meningkatkan stamina, olahraga dapat menyebabkan tubuh memproduksi endorfin yang digunakan untuk menciptakan perasaan bahagia.

Namun mengingat kita masih dalam usia pandemi COVID-19, pastikan Anda bisa berolahraga dengan aman saat terjadi pandemi dengan mengikuti tips di bawah ini.

Olahraga Aman di Tengah Pandemi

1. Olahraga minimal 30 menit

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan olahraga setidaknya 30 menit sehari lima kali seminggu selama pandemi. Jangan lupa melakukan latihan pada level yang benar, mis. B. dengan pemanasan, agitasi nuklir dan pendinginan lima menit. Fase pelatihan yang tepat akan membuat Anda tidak menggaruk.

Jika Anda sibuk, Anda bisa berolahraga di malam hari. Tapi ingat untuk tidak berlatih terlalu larut. Idealnya, olahraga minimal dua jam sebelum tidur. Olah raga terlalu sedikit sebelum tidur bisa memicu insomnia, gelisah atau gelisah karena tubuh Anda masih panas.

2. Lakukan olahraga di rumah

Selama pandemi, rumah yang bersih adalah tempat paling aman untuk dilindungi. Tidak hanya seumur hidup, tapi juga agar aman, Anda bisa berlatih lebih leluasa di rumah. Tentu saja, risiko Anda tertular virus lebih rendah hanya dengan berinteraksi dengan keluarga Anda.

Anda ingin mendapatkan info setiap waktu tentang sepatu vans atau sneaker? Silahkan bisa kunjungi tautan tersebut.

Olahraga juga bisa optimal di rumah. Jenis senam pandemi yang bisa dilakukan di rumah antara lain lari di atas treadmill, mengayuh sepeda statis, yoga, senam, push up, sit-up, plank, dan squat.

Selama pandemi, sejumlah pelatih kebugaran dan kebugaran membuka kelas online. Anda juga dapat menonton tutorial tentang berbagai olahraga di Youtube secara gratis. Namun, pastikan tingkat pelatihan selama pandemi sesuai dengan kondisi fisik dan kemampuan Anda.

3. Minum air yang cukup

Usai berolahraga, jangan lupa minum air yang cukup agar tidak dehidrasi. Setiap hari Anda harus mengkonsumsi setidaknya 2,5 liter air. Jika Anda minum cukup air, Anda dapat membakar lemak dan mempercepat metabolisme.

Konsumsi air juga dapat memfasilitasi saluran pencernaan. Selain itu, keseimbangan cairan dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.

4. Olahraga solo

Jika Anda bosan di rumah dan melakukan olahraga luar ruangan, ingin mengurangi kontak langsung dengan orang lain, dan berolahraga bersama, sebaiknya hindari berolahraga di pusat kebugaran atau gym.

Anda juga perlu menghindari olahraga tim atau komunitas. Olah raga di tengah pandemi tunggal seperti jalan kaki, jogging atau lari, bersepeda, melompat dan lain-lain.

5. Teruskan memakai masker jika Anda berolahraga selama pandemi

Jika Anda berolahraga di luar rumah, Anda masih perlu menerapkan protokol kesehatan yang tepat. Bahkan jika terasa tidak nyaman pada awalnya, gunakan masker kain minimal dua lapis untuk menutupi mulut dan hidung Anda saat berolahraga.

Menggunakan masker telah terbukti mengurangi risiko pengembangan COVID-19. Keringat yang keluar saat berolahraga bisa dengan cepat merendam masker.

Ini akan mengurangi kemampuan masker untuk menyaring udara. Untuk melakukan ini, siapkan masker pengganti untuk menggantikan masker dan jaga agar tetap kering.

6. Jaga jarak

Dalam olahraga luar ruangan, Anda bisa bertemu banyak orang yang sama-sama berlatih. Usahakan untuk menjaga jarak aman setidaknya dua meter dari orang lain.

Menjaga jarak yang aman akan menghindari risiko menyentuh orang atau membuat mereka terkena tetesan dari mulut dan hidung saat terpapar virus COVID-19. Anda juga akan dilarang mengobrol dengan orang lain saat melakukan aktivitas fisik.

7. Jangan mampir setelah Anda berolahraga

Usahakan tidak berhenti di restoran atau grosir, apalagi bergaul dengan komunitas olahraga. Untuk menghindari godaan, bawalah minuman dan makanan ringan sendiri dari rumah.