om kicau mp3 – Penskalaan cepat, kekuatan untuk pelajari jalinan di antara dua hal secara cepat sesudah amat sedikit penjabaran, ialah alat khusus yang bertanggungjawab atas repertoar bahasa manusia yang paling luas. Itu argumen kami bisa mengenal suara dari ruang lain dan kenapa bayi yang baru lahir lebih senang dengarkan ibunya membacakannya The Cat in the Hat dibanding wanita lain. Sesaat penskalaan cepat biasanya dipandang seperti kekuatan manusia, kutilang zebra dapat membandingkan vokalisasi burung finch yang lain, melakukan dengan sedikit eksposur dan menjaga daya ingat itu minimal sepanjang satu bulan, lapor beberapa periset ini hari (13 November) di Science Advances.

“Argumen riset ini jadi inovasi ialah sebab kutilang zebra ialah spesies belajar vocal pertama kecuali dari diri sendiri dengan bukti jika penskalaan cepat terjadi,” Samantha Carouso-Peck, pakar saraf sikap di Cornell University yang mempelajari dampak sosial pada evaluasi vocal di pipit zebra tapi tidak turut serta dalam pekerjaan sekarang ini, kata The Scientist.

Saat sebelum study baru, bukti penskalaan cepat pada nonmanusia sudah dianjurkan cuman untuk satu spesies bukan manusia: anjing. Rico the border collie sanggup membandingkan nama lebih dari 200 object pribadi, sesaat anjing lain namanya Chaser bisa membandingkan lebih dari 1.000. Apa ini betul-betul bukti penskalaan cepat, bagaimana juga, sudah dipermasalahkan antara beberapa periset yang yakin jika cuman spesies yang sanggup berbahasa, terutamanya manusia, yang bisa disebutkan sebagai peta yang betul-betul cepat.

Untuk mengetes kekuatan kutilang zebra untuk mengenal panggilan pribadi, dan jumlah keterpaparan yang mereka butuhkan untuk melakukan, beberapa periset di University of California, Berkeley, membuat “tangga belajar” sepanjang lima hari. Burung sebelumnya dilatih pada beberapa kumpulan kecil data panggilan sebagai makin besar sepanjang beberapa hari.

Pada hari awal pengetesan, tiap burung di ajang training jalani rangkaian eksperimen di mana mereka dengar clip singkat dari lagu atau panggilan jarak yang dipakai oleh burung untuk mendapati barisan mereka saat tidak nampak. Ke-2 vokalisasi berlainan ini diputuskan sebab dipandang mempunyai macam terbanyak antar individu. Sembilan belas burung dilatih menyanyi, sesaat 19 yang lain cuman dengar panggilan jarak jauh. Vokalisasi dirinci, hingga satu set hasilkan hadiah makanan, sedang set yang lain tidak.

Dalam tes awal itu, tiap finch perlu membandingkan vokalisasi dua pribadi, satu yang menghadiahkan makanan dan satu yang tidak. Dengan mematuk sebuah kunci, burung finch akan mengawali file suara. Selanjutnya dapat mematuk kunci kembali untuk mengawali eksperimen baru atau dengarkan keseluruhnya clip untuk terima hadiah makanan. Dengan mengulang proses ini sepanjang beberapa eksperimen, burung finch belajar menyambungkan vokalisasi yang hasilkan hadiah dari yang tidak dan secara cepat melepaskan vokalisasi yang tidak bermanfaat.

Tiap hari beruntun, suara dari pribadi tambahan ditambah ke set pelatihan. Sesaat kutilang awalannya dilatih untuk membandingkan di antara sepasang pribadi, di hari ke-2 burung ini naik jadi empat pasang, dan delapan di hari ke-3 sampai lima, dengan keseluruhan 16 vokalisasi pribadi yang berbeda. Beberapa periset mulai menilai performa finch cuman di hari ke-4 dan ke-5, saat tiap burung sudah terkena minimal 1x ke tiap peluang vokalis.

Untuk pastikan burung kutilang bukan hanya mengingat file suara, tiap burung yang memberi vokalisasi direkam 10 kali berbeda. “Kami menarik secara acak dari perpustakaan besar panggilan yang kami punyai, jadi semua panggilan berlainan setiap waktu,” Frederic Theunissen, seorang periset pendengaran di Kampus California, Berkeley, menjelaskan ke The Scientist. “Mereka bukan hanya mempunyai penyanyi yang lain, tapi mereka dengar lagu yang lain dari penyanyi yang sama.”

Bahkan juga dengan susunan kesukaran tambahan ini, Theunissen menjelaskan ia “benar-benar berkesan” dengan berapa baik finch itu bekerja. Semua 19 burung finch yang dilatih memakai file lagu sanggup membandingkan di antara penyanyi yang mereka ketahui berdasar tanda-tangan masing-masing serta yang tidak, dan hal sama berlaku untuk 18 burung finch yang dilatih memakai panggilan jarak jauh.

Saksikan “Periset Memberikan Masa lalu di Otak Zebra Finch”

Di luar kekuatan mereka untuk mengenal burung lain berdasar panggilan mereka, team dikejuti oleh berapa cepat kutilang sanggup membuat ketidaksamaan. Sebagian besar burung bisa dengar minimal 10 eksposur ke pribadi dan mengingat tanda-tangan mereka, sesaat beberapa memerlukan kurang dari 5, bukti kuat untuk penskalaan cepat pada spesies itu.

“Kami tidak mengharap burung-burung jadi demikian pakar dalam masalah ini,” Theunissen memberitahukan The Scientist. “Kami berpikir ini akan menarik, tetapi bukti jika jumlah penyanyi tinggi sekali, dan mereka bisa melakukan dengan cepat sekali, benar-benar mencengangkan.”

Dalam study itu, team memilih untuk membuat apa yang Theunissen sebutkan sebagai “pekerjaan yang mustahil” untuk mengetes batasan performa burung finch. Ia membuat satu set rangsangan baru yang meliputi lagu dan panggilan jarak jauh dari 56 penyanyi berbeda. Cuman empat burung yang diputuskan secara acak yang jalani pekerjaan besar ini, tapi rerata, mereka sanggup ingat 42 penyanyi individu.

Satu bulan selanjutnya, ia mengetes kekuatan ingat dua dari 4 burung dengan menjaringnkannya lewat test 56 vokalisator yang serupa dan mendapati jika mereka masih bisa membandingkan antar pribadi — mereka sudah menjaga daya ingat mereka mengenai panggilan individu. Baik kecepatan evaluasi dan penyimpanan mereka dari sekian waktu, kata Theunissen, “perlihatkan pada kekuatan yang paling mengagumkan yang dipunyai burung-burung ini dalam soal membuat daya ingat auditori.”

Sebab burung-burung ini benar-benar sosial, hidup bergerombol dalam koloni lebih dari 100 pribadi, tidak tersangka jika kutilang zebra bisa membandingkan di antara lusinan pribadi, kata Sarah Woolley, pakar saraf di Kampus McGill yang pelajari landasan neurologis untuk sikap sosial di burung penyanyi. “Kami selalu percaya jika burung dapat melakukan, terhitung kutilang zebra,” kata Woolley. “Tetapi tidak ada yang betul-betul mendemokannya, sudah pasti tidak sama seperti yang mereka kerjakan di makalah ini.”

Walau hasilnya ialah “bukti yang bagus sekali” jika kutilang zebra sanggup memetakan secara cepat, Carouso-Peck menjelaskan jika dibutuhkan semakin banyak pekerjaan pada ambil contoh burung yang semakin besar “saat sebelum kita bisa membuat claim yang lebih memiliki bobot mengenai kekuatan mereka “.Misalkan, salah satunya kritikan dari pekerjaan awalnya dengan Rico the border collie ialah jika penskalaan cepat ialah alat untuk pelajari bahasa, dan karena itu cuman spesies yang sanggup berbahasa yang betul-betul melakukannya. Sesaat Carouso-Peck menjelaskan ia tidak selamanya sepakat, sebagai cara seterusnya ia ingin menyaksikan apa kutilang sanggup memetakan cepat secara verbal. Misalkan, berapakah kali pipit zebra muda harus dengar nyanyian ayah mereka saat sebelum mereka bisa melipatgandakannya sendiri?